Potensi Desa

Luas wilayah desa ini 85% diantaranya merupakan daratan/pegunungan sementara 25% lainnya merupakan wilayah perairan laut. Desa ini terbilang kompleks karena letak desa ini sangat berimbang ke utara ada perairan laut lepas sedangkan ke selatan pegunungan dimana petani melakukan bercocok tanam.
Dari keseluruhan luas wilayah daratannya, tanah di desa Panaongan masih didominasi oleh lahan perkebunan kelapa, cabai, tembakau dan jagung. Luasnya wilayah perkebunan kelapa, cabai, tembakau dan jagung menjadi potensi tersendiri bagi perekonomian desa beserta masyarakatnya mengingat salah satu komoditi utama yang dihasilkan oleh desa ini adalah kelapa, cabai, tembakau dan jagung, dll.
Dalam hal potensi usaha, Desa ini memiliki banyak penghasil gula aren, rengginang, terasi dan Petis. Tidak dipungkiri lagi bahwa desa ini sangat kompleks dengan daratan atau pegunungan dan perairan lautnya yang menghasilkan perikanan laut yang sangat luas. Selain itu, keadaan alam desa Panaongan yang sangat mendukung untuk pertumbuhan pohon jati yang juga merupakan tumbuhan endemik desa ini. Hal ini tentu saja tidak lupa dimanfaat oleh masyarakat sekitar untuk membudidayakan dan memasarkan tanaman tersebut. Untuk lebih jelasnya mengenai potensi desa yang ada di desa Panaongan, berikut akan di jelaskan.


  1. Siwalan, merupakan hasil bumi yang menjadi unggulan di Desa Panaongan tepatnya di Dusun Sumber Manis. Selain menjadi unggulan, siwalan juga menjadi penunjang ekonomi di Desa Panaongan. Pohon siwalan berbuah pada bulan bulan tertentu. Namun pohon siwalan ini dapat menghasilkan air nira setiap hari. Air nira yang dihasilkan bernilai ekonomis yang tinggi, karena dapat diproses menjadi cuka, gula aren dan minuman nira. Sedangkan untuk buahya dapat dijual dan dikonsumsi sendiri sebagai cemilan maupun sebagai campuran es buah. Namun untuk menghasilkan air nira maupun buah siwalan. Akan tetapi membutuhkan proses pengolahan yang cukup lama.
  2. Petis, melihat dari sisi geografis yang berdekatan dengan daerah pesisir.  Masyarakat Desa Panaongan ini memanfaatkan hasil laut, salah satunya  yaitu ikan tongkol. Hasil tangkapan yang melimpah dimanfaatkan oleh masyarakat dengan membuka peluang usaha baru(bisnis) yaitu produksi petis. Pengolahan petis ini terletak di dusun Benteng Utara. Petis ini merupakan hasil olahan dari perebusan ikan tongkol. Petisnya itu dibedakan menjadi dua berdasarkan kualitasnya. Petis kualitas nomor 1 adalah hasil pengolahan kaldu atau sari ikan tongkol yang kedua kalinya. Sedangkan kualitas nomor 2 adalah hasil pengolahan kaldu atau sari ikan tongkol yang pertama(masih terasa amis).
  3. Terasi udang, sama halnya dengan petis yaitu industri rumahan  yang diproduksi oleh satu produsen. Pengolahan terasi udang dimulai dengan mengeringkan udang kemudian dihaluskan dengan menggunakan mesin penggiling. Setelah itu ditumbuk agar lebih halus hingga menjadi bahan setengah jadi. Bahan setengah jadi ini kemudian dicetak menggunakan cetakan khusus kemudian dikukus. Yang nantinya akan dijemur sampai kering.
  4. Rengginang merupakan salah satu makanan khas yang ada di desa Panaongan khususnya di dusun Benteng Utara. Rengginang tersebut sebagai salah satu penghasilan masyarakat yang ada di dusun tersebut. Produk makanan khas Panaongan tersebut terbuat dari ketan dan bahan-bahan dasar lainnya. Rengginag tersebut merupakan buatan home industri yang pengelolaan wadah atau packagingnya masih secara tradisional bahkan tanpa ada logo atau surat ijinnya. Makanan ini sekalipun banyak yang sudah memproduksi namun ada perbedaan cita rasa dengan produk rengginang yang pada umumnya. Rengginang tersebut di jual di pasar bahkan sudah terjual di luar madura. Untuk pengeringan rengginang tersebut butuh waktu dua hari, namun jika terik sinar matahari sangat baik, maka hanya butuh satu hari dan pembuatan rengginang tersebut dilakukan setiap hari. Harga rengginang cukup relatif murah yakni Rp. 40.000,- dan keuntungan yang diperoleh setiap 2,5 kilo rengginang yakni RP. 50.000,- hal ini sangat menguntungkan dan membantu masyarakat khususnya desa Panaongan, terutama saat menjelang bulan puasa, penjulan renggingan tersebut semakin meningkat.
  5. Jagung, merupakan sebuah komoditi pertanian yang melimpah yang ada di Desa Panaongan. Jagung ini dikelola tidak menentu. Namun hasilnya sangat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Panaongan khususnya pada dusun dusun yang berada di daerah pegunungan. Dari hasil jagung ini, masyarakat dapat menjualnya ke pasaran maupun dikonsumsi secara pribadi.
  6. Tembakau, melihat besar potensi dibidang pertanian, masyarakat Desa Panaongan memanfaatkan pertanian tembakau karena potensinya yang begitu besar. Bahkan 70% petani di Desa Panaongan ini lebih terpaku pada tanaman tembakau ini. Tanaman ini diproses dengan cara dipanen yang kemudian dipetik, dicacah. Setelah itu dikeringkan dengan bantuan panas matahari. Tembakau ini ditanam sekitar 3 bulan kemudian diambil. Hasil tanamannya sekitar 5000 tembakau. Untuk penjualannya sekitar 15 juta.
  7. Cabai, wilayah yang berada pada pegunungan membuat masyarakat desa Panaongan tidak lupa memanfaatkan untuk bertani pada sektor tanaman cabai. Potensi ini sangat dimanfaatkan karena untuk memajukan perekonomian dibidang pertanian karena cukup signifikan dengan adanya tanaman ini. Kegiatan penjualannya dapat di ekspor ke luar kota maupun ke lokal. 
  8. Kelapa, merupakan buah yang sangat banyak manfaatnya, bukan hanya sekedar manfaat untuk perekonomian. Namun juga untuk dikonsumsi sendiri. Melihat dari banyaknya lahan kosong dibeberapa dusun di sekitaran pegunungan membuat masyarakat Panaongan ini berinisiatif untuk melakukan pertanian pohon kelapa. Pohon kelapa ini sangat diminati oleh banyak kalangan. Apalagi kalau menjelang bulan puasa, permintaan dari produsen itu sangat meningkat secara signifikan.
  9. Gula Aren, merupakan salah satu potensi desa Panaongan terutama di dusun Sumber Manis. Gula aren tersebut terbuat dari  gula merah. Gula aren tersebut di jual di pasar, Hal ini juga menambah penghasilan masyarakat selain bermata pencaharian sebagai petani. Untuk pembuatannya itu sekitar 3 jam. 
  10. Padi
  11. Mentimun
  12. Kacang tanah
  13. Jati






Post a Comment