Minggu, 12 Agustus 2018

Memanfaatkan Batang Jagung yang terbuang, KKN 35 UTM melakukan Pelatihan Untuk Pembuatan Pupuk Organik Cair dengan Bahan Dasar Batang Jagung


Panaongan merupakan desa yang memiliki banyak potensi hasil bumi melimpah. Bukan hanya hasil bumi dari laut saja tetapi melainkan ada hasil bumi dari pertanian yang berupa cabai, kelapa, tembakau, jagung, dan buah-buahan seperti, pisang, semangka, melon. Jagung merupakan suatu komditi pangan yang sangat melimpah khasiatnya. 

Jagung tumbuh sangat subur di Desa Panaongan, dari sepanjang jalan mata memandang yang melewati 4 Dusun di daerah pegunungan. 

Jagung dimanfaatkan untuk dijual bahkan dikonsumsi sendiri oleh petani. Biasanya pada waktu panen, batang dan bulu jagung dibuang kemudian dibakar. Ada juga sebagian petani, batang jagung dijadikan sebagai bahan pakan untuk ternak seperti kambing dan sapi. 

Dari sinilah kami KKN Tematik Universitas Trunojoyo Madura 2018 Kelompok 35 mengusulkan program kerja yaitu Pembuatan Pupuk Organik Cair yang berbahan baku Batang Jagung. Dimana kegiatan ini dihadiri oleh kelompok tani berbagai dusun didesa panaongan dan dilaksanakan di dusun sumber manis jam 14:30 WIB (06/08/2018).

Batang Jagung ternyata dapat diolah sebagai pupuk organik cair melalui beberapa tahap proses pembuatan. Pertama untuk membuat pupuk ini harus menyediakan peralatan dan bahan diantaranya:
  1. Bahan
  • 1 Karung Kotoran Ternak Sapi
  • 1/2 Karung dedak padi
  • 30 Kg Limbah jagung dan jerami padi
  • 100 gr gula merah
  • 50 ml bioaktivator EM4
  • 25 L air bersih
  1. Alat
  • Tong Plastik 100 L
  • 1 m selang aerator diameter 0,5 cm
  • Botol Air Mineral 1 L
  • Saringan
  • Tempat minyak
  • Gayung
  • Cutter/Gunting/Pisau

Untuk Cara Pembuatannya:

  1. Memotong limbah jagung dan jerami padi sekitar 5 cm untuk memudahkan proses fermentasi
  2. Mencampurkan potongan bahan organik dan air bersih ke dalam tong plastik dengan perbandingan bahan organik: 2/1 aduk secara merata
  3. Melarutkan bioaktivator dan gula merah dengan 1 L air
  4. Membuat lubang dibagian atas tutup tong plastik, kemudian masukkan selang aerator sehingga satu ujung yang lainnya ada diluar tong
  5. Hubungkan ujung selang diluar tong dengan botol air mineral 1 L yang telah berisi air penuh.
  6. Memastikan tong plastik tertutup rapat dan mendiamkan hingga sekitar 1 minggu
  7. Memisahkan pupuk cair dengan ampas hasil fermentasi menggunakan saringan.
  8. Menyimpan pupuk cair yang telah terbentuk dalam botol tertutup dan simpan ditempat yang tidak terkena sinar matahari langsung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PAMERAN DARING DISEMINASI ONLINE