Minggu, 12 Agustus 2018

PAMERAN DARING DISEMINASI ONLINE



Menumbuhkan kembali karang taruna pada jiwa anak, KKN 35 Gelar Lomba 17 Agustus-an


Kita tahu bukan bahwa tanggal 17 agustus merupakan tanggal yang penting bagi seluruh warga Indonesia. Bagaimana tidak pasalnya pada tanggal tersebut Indonesia dinyatakan bebas dari penjajahan, oleh karena itu seluruh warga Indonesia berupaya menyambutnya dengan semeriah mungkin serta dengan penuh suka cita.

Setiap tanggal 17 agustus dapat kita lihat jalan-jalan akan dipenuhi dengan bendera merah putih, bukan hanya jalan saja tapi di depan rumah-rumah pun akan dipasang hiasan-hiasan serta bendera merah putih.

Sebagai bentuk suka cita dalam menyambut hari kemerdekaan ada berbagai kegiatan yang sering kita ketahui dan berbeda-beda pula di setiap daerahnya, misal seperti di selenggarakannya upacara bendera, pentas seni dan budaya, serta adanya berbagai lomba permainan-permainan daerah yang sejak dulu kita ketahui bisa meramaikan acara 17 Agustus-an. 

Semangat warga Desa Panaongan dalam menyambut hari kemerdekaan pada tahun ini(2018), berbagai perlombaan dilaksanakan untuk memeriahkan semarak 17 Agustus, lomba-lomba tersebut diantaranya:
  1. Lomba Balap Karung dengan Helm,
  2. Lomba Balap Kelereng
  3. Lomba Kepruk Plastik
  4. Lomba Tarik Tambang
  5. Lomba Sepak Bola Joget
Dengan diselenggarakannya kegiatan ini diharapkan masyarakat khususnya anak-anak di Desa Panaongan memiliki semangat yang tinggi dalam menyambut dan memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tahunnya. 

Kegiatan perlombaan ini bertujuan untuk membentuk jiwa bersaing kompetitif , menjadi ajang aktualisasi dan unjuk bakat diri , serta sebagai sarana dinamisasi bagi anak-anak sebagaimana kita ketahui bahwa di Era modern ini anak-anak disibukkan dengan permainan yang ada di Gadget sehingga mereka jarang beraktifitas fisik dan perlahan-lahan mulai meninggalkan permainan tradisional. 

Oleh karena itu, kami kelompok KKN 35 UTM mempunyai inisiatif untuk mengadakan berbagai macam lomba kemerdekaan sebagai daya juang karang taruna. Selain itu adanya perlombaan ini juga dapat menanamkan semangat cinta tanah air dan membangun semangat kebangsaan bagi anak-anak di Desa Poteran.


Keseluruhan lomba ditujukan kepada anak-anak di Desa Panaongan. Perlombaan-perlombaan yang di selenggarakan ini di ikuti oleh lebih dari lima puluh orang anak-anak dari berbagai usia. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 05 s/d 09 Agustus 2018. Semua peserta lomba sangat antusias dalam mengikuti perlombaan-perlombaan yang di selenggarakan. Selain itu para orang tua juga ikut menyaksikan setiap perlombaan sehingga kegiatan ini menjadi semakin meriah.

Memanfaatkan Batang Jagung yang terbuang, KKN 35 UTM melakukan Pelatihan Untuk Pembuatan Pupuk Organik Cair dengan Bahan Dasar Batang Jagung


Panaongan merupakan desa yang memiliki banyak potensi hasil bumi melimpah. Bukan hanya hasil bumi dari laut saja tetapi melainkan ada hasil bumi dari pertanian yang berupa cabai, kelapa, tembakau, jagung, dan buah-buahan seperti, pisang, semangka, melon. Jagung merupakan suatu komditi pangan yang sangat melimpah khasiatnya. 

Jagung tumbuh sangat subur di Desa Panaongan, dari sepanjang jalan mata memandang yang melewati 4 Dusun di daerah pegunungan. 

Jagung dimanfaatkan untuk dijual bahkan dikonsumsi sendiri oleh petani. Biasanya pada waktu panen, batang dan bulu jagung dibuang kemudian dibakar. Ada juga sebagian petani, batang jagung dijadikan sebagai bahan pakan untuk ternak seperti kambing dan sapi. 

Dari sinilah kami KKN Tematik Universitas Trunojoyo Madura 2018 Kelompok 35 mengusulkan program kerja yaitu Pembuatan Pupuk Organik Cair yang berbahan baku Batang Jagung. Dimana kegiatan ini dihadiri oleh kelompok tani berbagai dusun didesa panaongan dan dilaksanakan di dusun sumber manis jam 14:30 WIB (06/08/2018).

Batang Jagung ternyata dapat diolah sebagai pupuk organik cair melalui beberapa tahap proses pembuatan. Pertama untuk membuat pupuk ini harus menyediakan peralatan dan bahan diantaranya:
  1. Bahan
  • 1 Karung Kotoran Ternak Sapi
  • 1/2 Karung dedak padi
  • 30 Kg Limbah jagung dan jerami padi
  • 100 gr gula merah
  • 50 ml bioaktivator EM4
  • 25 L air bersih
  1. Alat
  • Tong Plastik 100 L
  • 1 m selang aerator diameter 0,5 cm
  • Botol Air Mineral 1 L
  • Saringan
  • Tempat minyak
  • Gayung
  • Cutter/Gunting/Pisau

Untuk Cara Pembuatannya:

  1. Memotong limbah jagung dan jerami padi sekitar 5 cm untuk memudahkan proses fermentasi
  2. Mencampurkan potongan bahan organik dan air bersih ke dalam tong plastik dengan perbandingan bahan organik: 2/1 aduk secara merata
  3. Melarutkan bioaktivator dan gula merah dengan 1 L air
  4. Membuat lubang dibagian atas tutup tong plastik, kemudian masukkan selang aerator sehingga satu ujung yang lainnya ada diluar tong
  5. Hubungkan ujung selang diluar tong dengan botol air mineral 1 L yang telah berisi air penuh.
  6. Memastikan tong plastik tertutup rapat dan mendiamkan hingga sekitar 1 minggu
  7. Memisahkan pupuk cair dengan ampas hasil fermentasi menggunakan saringan.
  8. Menyimpan pupuk cair yang telah terbentuk dalam botol tertutup dan simpan ditempat yang tidak terkena sinar matahari langsung.

Jaga Kebersihan Lingkungan, KKN 35 Mengadakan Kerja Bakti Dengan Masyarakat


Desa Panaongan, warga Desa Panaongan dan Mahasiswa KKN 35 UTM melakukan bersih-bersih tempat wisata religi dan Sebagian Masjid yang ada di Desa Panaongan, pada Hari Jumat 20 Juli.

Kegiatan yang di mulai dengan bersih-bersih di wisata religi asta panaongan yang merupakan salah satu tempat wisata religi yang ada di Desa Panaongan. yang di lanjutkan dengan bersih-bersih ke sebagian masjid-masjid setempat yang ada di Desa Panaongan.

Kerja bakti yang yang juga di ikuti oleh perangkat desa ini menambah antusias masyarakat.hal ini mendapat apresiasi dari Kepala Dusun Benteng Utara, pihaknya menyebutkan bahwa hal seperti ini memang harus sering di lakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan lebih-lebih tempat wisata religi.


“Kerja bakti seperti ini sangat bagus, karena hal ini bisa menjaga keindahan dan kebersihan tempat wisata religi Asta Panaongan dan masjid setempat, jadi kan kurang bagus jika sekelas tempat wisata religi ini kotor” pendapat Sahes Kepala Dusun Benteng Utara.

Selasa, 31 Juli 2018

Kaya Akan Khasiat, Kelompok KKN 35 Praktek Teh Herbal Rambut Jagung


SUMENEP- Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) memasuki hari ke-13. 

Kelompok KKN 35 UTM yang terletak di Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep yang berjumlah 16 orang anggota kelompok yang terdiri dari berbagai program studi (prodi) di UTM terus gencar merealisasikan program kerjanya. 

Senin (29/7/2018) sekitar pukul 16.00 WIB bersama warga setempat yang terletak di Dusun Sumber Manis, Desa Panaongan melakukan sosialisasi sekaligus praktek cara pembuatan Teh Herbal Rambut Jagung yang kaya akan khasiat.

Ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam organisasi Fatayat NU saat menghadiri acara tersebut sangat antusias, diiringi rasa ingin tahu mereka terhadap cara pembuatan Teh Herbal Rambut Jagung.

Penanggung jawab (PJ) program kerja (proker) Teh Herbal Rambut Jagung, Emy Safitri mengatakan bahwa rambut jagung biasanya tidak termanfaatkan dengan baik dan dibuang begitu saja oleh para petani jagung.

Emy menjelaskan, rambut jagung bisa dimanfaatkan untuk pembuatan Teh Herbal yang kaya akan khasiat.

"Mengurangi kolesterol dalam darah, mengurangi resiko kanker, dan mencegah diabetes," ungkapnya.

Selain itu, teh herbal rambut jagung juga berfungsi sebagai alternatif atau pengganti tabir surya agar kulit kita tidak rusak oleh paparan cahaya matahari.

Dengan kekayaan khasiat serta manfaat dari teh herbal rambut jagung yang dibuat secara sederhana mendapat respon positif dari masyarakat. Karena banyak warga yang mencoba atau mencicipi rasa hasil dari praktek pembuatan teh herbal tersebut.

"Rasanya enak, tidak berasa jagung, lebih enak dari teh yang biasanya," ucap ibu Suyati.

"Besok sepulang dari sawah akan saya coba buat dirumah untuk minuman suami," tambahnya.

Komposisi Teh Herbal Rambut Jagung: Rambut Jagung (kering atau segar), jeruk lemon atau jeruk nipis, gula, air, dan peralatan yang dibutuhkan seperti, baskom, penyaringan, gelas dan sendok.


Cara pembuatan: rebus rambut jagung hingga mendidih sekitar 5 sampai 10 menit, kemudian saring air hasil rebusan rambut jagung, setelah itu, diperasi jeruk lemon atau jeruk nipis secukupnya, dikasih gula sesuai selera manisnya.

Penulis: Rusdi

Kamis, 26 Juli 2018

Kegiatan Senam Bersama Di Puskesmas Pasongsongan

Foto: Proses berlangsungnya senam

Sumenep, Jum’at 27 Juli 2018. Senam pagi bersama menjadi salah satu kegiatan rutin setiap hari Jumat pagi di kantor Puskesmas Pasongsongan, yang diikuti oleh Ketua Puskesmas Pasongsongan, Segenap Pejabat Struktural dan Teknis, Ibu-ibu Maupun bapak-bapak Sekitaran Puskesmas serta segenap staf, pegawai honorer, dan Kelompok KKN 35 UTM.

Senam pagi diadakan di halaman kantor Puskesmas Pasongsongan dan di pandu oleh instruktur senam profesional yang berpengalaman, peserta senam tampak sangat menikmati aktifitas tersebut karena  kegiatan senam berguna untuk menjaga kebugaran tubuh, usai senam pagi dilanjutkan dengan sarapan pagi bersama. “didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”.

Foto Kegiatan:


Rabu, 25 Juli 2018

Agenda Kegiatan Mengajar Sekolah

Foto: Salah satu proses belajar mengajar di kelas SDN Panaongan 1

Sumenep- menuntut ilmu merupakan kewajiban semua manusia untuk bekal duniawi maupun akhirat. Untuk menyeimbangkan ilmu pengetahuan manusia dituntut untuk belajar kemanapun bahkan ada pepatah “tuntutlah ilmu sampai ke negeri china”.


Agenda ini merupakan salah satu program kerja kelompok KKN 35 selama mengabdi kepada masyarakat Desa Panaongan Kecamatan Pasongsongan.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 12 hari di 3 Sekolah berbeda dengan rincian 4 Hari Di SDN Panaongan 1, 4 Hari Di SDN Panaongan 3, 4 Hari Di SMPN 1 Pasongsongan.

Kegiatan ini diharapkan dapat membantu sekolah tersebut dapat maju dan berkembang dengan apa yang didapat mahasiswa dikampus dapat diterapkan pada sekolah tersebut.

Kegiatan ini sangat di apresiasi oleh setiap guru sekolah maupun kepala sekolah, salah satunya Wakasek SDN Panaongan 1.

“Wah ini sangat membantu sekali guru-guru disini, karena kebanyakan kelas disini sering kosong, jadi adik-adik ini bisa ngisi jam kosong yang ditinggal guru”. Ucap Wakasek SDN Panaongan 1.

“Saya harap adik-adik disini bersabar dalam menghadapi murid-murid ya, karena nakalnya bukan main”. Tambah beliau.

PAMERAN DARING DISEMINASI ONLINE